Makanan Yang Dianjurkan Untuk Mengatasi Dehidrasi
Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Buah dan sayur tidak hanya mengandung kadar air yang tinggi
tapi juga mineral, gula alami, vitamin dan asam amino yang dibutuhkan oleh
tubuh. Kandungan-kandungan buah dan sayur inilah yang membuat tubuh menyerap
dan menyimpan cairan lebih baik daripada hanya meminum air saja. Berikut ini
adalah beberapa alternatif sumber cairan selain air untuk membantu mengatasi
dehidrasi :
- Semangka, pepaya
dan melon
Sekitar 90% komposisi ketiga buah ini terdiri dari air.
Fakta lain, semangka mengandung likopen yang bermanfaat melawan kanker.
Diketahui jumlahnya lebih banyak dibandingkan tomat. Selain itu, semangka juga
merupakan sumber yang baik untuk vitamin C, vitamin A, Vitamin B5, mangan dan
kalium.
- Belimbing
Sebagaimana tiga buah di atas, belimbing mengandung lebih
dari 90% air. Selain dimakan sebagai buah potong, buah yang kaya antioksidan
ini banyak ditemukan dalam rujak. Namun kandungan asam oksalat di dalamnya
membuat belimbing sebaiknya tidak dikonsumsi pengidap gangguan ginjal.
- Anggur
Selain menurunkan kadar kolesterol, buah anggur mengandung
sekitar 90% cairan.
- Stroberi
Semua buah kelompok beri ternyata baik untuk mencegah
dehidrasi. Namun dari semuanya, stroberi merah adalah yang paling banyak
mengandung cairan, yaitu sebanyak 91%.
- Mentimun
Buah atau sayur mentimun yang sering menjadi komponen utama
lalapan dan paduan dalam salad ini mengandung sekitar 96% cairan.
- Selada
Selada biasa diselipkan ke dalam sajian burger atau paduan sayuran
lain sebagai pendamping makanan utama. Selada sangat tinggi kandungan cairan,
mencapai 95%.
- Tomat
Memadukan tomat dalam salad atau sebagai bagian lalapan bisa
membuat Anda mendapatkan cairan dalam kadar lebih dari 90% cairan.
Selain buah-buahan dan sayur-sayuran di atas, terdapat
sayuran lain yang juga memiliki kadar air cukup tinggi, seperti wortel, bayam,
kol, sawi, dan brokoli. Sementara itu, minuman selain air mineral, seperti teh,
kopi, dan minuman ringan mengandung soda justru bersifat diuretik. Minuman ini
justru membuat ginjal menghasilkan lebih banyak urine, sehingga pada akhirnya
cairan dari dalam tubuh berkurang.
PENYEBAB DIABETES TIPE 2
Diabetes tipe 2 terjadi pada saat organ pankreas dalam tubuh
penderita tidak memproduksi relatif cukup insulin untuk mempertahankan kadar
gula darah dalam batas normal. Penyebab lainnya adalah sel-sel tubuh yang
menjadi kurang peka terhadap insulin atau yang dikenal dengan istilah
resistensi terhadap insulin.
Kadar gula darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin
yang diproduksi oleh pankreas. Insulin berfungsi untuk memindahkan gula dari
darah ke sel-sel tubuh yang akan mengubahnya menjadi energi.
Terdapat sejumlah faktor di balik kurangnya produksi insulin
dalam diabetes tipe 2. Beberapa faktor risiko tersebut meliputi :
- Faktor Usia. Risiko diabetes tipe 2 akan makin tinggi
seiring bertambahnya usia. Ini mungkin dipicu oleh berat badan yang cenderung
bertambah dan frekuensi olahraga yang berkurang saat kita makin tua. Diabetes
jenis ini umumnya menyerang orang-orang yang berusia 40 tahun ke atas. Risiko
orang beretnis Asia bahkan tinggi, yaitu pada usia 25 tahun ke atas.
- Pengaruh Faktor Keturunan. Memiliki anggota keluarga
(terutama keluarga inti seperti ayah, ibu, dan saudara kandung) yang menderita
diabetes juga akan meningkatkan risiko Anda. Risiko bagi anak-anak dengan ayah
atau ibu penderita diabetes tipe 2 juga sepertiga lebih tinggi untuk terkena
diabetes.
- Dampak Berat Badan. Risiko diabetes tipe 2 lebih tinggi
pada orang yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Mengukur pinggang
untuk mengecek tumpukan lemak di bagian ini adalah cara tercepat untuk mengukur
risiko diabetes Anda. Yang berisiko lebih tinggi adalah wanita dengan ukuran
pinggang 80 cm atau lebih serta pria Asia dengan ukuran pinggang 90 cm atau
lebih.
- Faktor Etnis. Etnis Asia memiliki risiko diabetes tipe 2
yang lebih tinggi.
- Pradiabetes, yaitu kondisi kadar gula darah yang selalu
melebihi normal, tapi belum mencapai tahap diabetes. Jika Anda mengalami
kondisi ini, maka risiko berkembang menjadi diabetes juga semakin meningkat.
Diabetes
gestasional. Wanita yang pernah mengalami kondisi ini memiliki risiko mengidap
diabetes tipe 2 yang lebih tinggi.
Berikut ini, merupakan tips minum kopi yang sehat jika ingin
tetap bisa mengontrol diabetes:
1. Batasi dan perhatikan kapan waktu mengonsumsi kopi
Mengurangi konsumsi kopi hingga hanya satu cangkir sehari
dapat membantu mengelola diabetes. Perhatikan juga waktu minum kopi. Contoh,
Anda bisa minum setengah cangkir kopi beberapa saat setelah bangun tidur dan
minum setengah cangkir lagi saat sore hari.
2. Selalu pantau kadar gula darah
Walaupun diperbolehkan minum kopi, Anda tetap harus memantau
kadar gula darah setiap hari. Cek dan pantau kadar gula darah sehabis
mengonsumsi kopi karena kopi bisa memengaruhi kadar glukosa dalam darah. Dengan
memantau gula darah, Anda jadi bisa mengetahui waktu-waktu kapan yang pas untuk
minum kopi
3. Pakai pemanis khusus diabetes
Beberapa orang menyukai kopinya manis. Namun, gula dan kopi
bisa menjadi kombinasi yang berbahaya bagi penderita diabetes tipe 2. Anda
harus pandai-pandai menyeimbangkan antara kecintaan terhadap kopi dan pemanis
yang digunakan. Alternatifnya, gunakan gula khusus penderita diabetes sebagai
penambah rasa manis pada kopi.
4. Ganti topping
Jika Anda hobi menggunakan creamer, batasi jumlah
pemakaiannya, karena setiap sendok creamer biasanya memiliki 20-30 kalori.
Daripada memakai creamer yang padat kalori, lebih baik menggantinya dengan susu
bebas lemak atau tidak menggunakan topping sama sekali.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar